SEJARAH GUNUNG GAMBAR
desajurangjero 07 Oktober 2025 08:48:45 WIB
SEJARAH ASAL NAMA GUNUNGGAMBAR
Pada abad ke-18, seorang Pangeran dari keraton Surakarta yang bernama “Raden Mas Sahid”atau”Pangeran Samber Nyawa” yang merupakan Putra Menantu Pangeran Mangku Bumi dari Keraton Yogyakarta yang dahulu bernama Kerajaan Mataram merasa sakit hati dan dendam terhadap bangsa penjajah kumpeni Belanda yang dengan akal liciknya berhasil menangkap Pangeran Mangkubumi/ayah mertuanya dan mengasingkannya sampai beliau wafat serta perlakuan kumpeni Belanda yang semena-mena menindas dan memeras rakyat kecil di wilayah nusantara, utamanya rakyat di wilayah Keraton Yogyakarta yang dahulu bernama Mataram serta Keraton Surakarta yang dahulu bernama Keraton Kasunanan Kartasura.
Melihat kondisi rakyat kecil yang begitu sengsara dan tertindas oleh penjajah kumpeni Belanda,Pangeran Samber Nyawa mempunyai cita-cita untuk melanjutkan Perjuangkan ayah mertuanya yakni Pangeran Mangkubumi didalam mengusir kaum penjajah kumpeni Belanda dari Bumi Nusantara yang utamanya dari wilayah tanah jawa.Selain itu,beliau juga mempunyai cita-cita untuk menguasai serta menjadi raja ditanah jawa,sebagai sarana untuk menghimpun kekuatan besar mengusir kaum penjajah Kumpeni Belanda dari wilayah Nusantara.
Sebelum beliau dinobatkan menjadi raja,Pangeran Samber Nyawa pergi ke wilayah Ngawen dengan maksud dan tujuan untuk meminta bantuan serta dukungan dari Demang di wilayah Ngawen yaitu “Ki Demang Singodikoro”.Setelah sampai di Ngawen di tempat Ki Demang Singdikoro,Pangeran Samber Nyawa diminta untuk bersedia bertapa di sebuah gua kecil di bukit yang dahulu merupakan tempat Padepokan dan Moksa”nya Ki Gading Mas/Ki Ageng Panutan. Untuk selanjutnya Pangeran Samber Nyawa bersedia mengikuti petunjuk dari “Ki Demang Singdikoro” untuk bertapa di goa yang terletak di bukit pada gunung tersebut.
Konon di suatu malam didalam bertapanya tersebut,Pangeran Samber Nyawa mendapatkan “Wahyu Keraton”,yang selanjutnya setelah beliau mendapat “Wahyu Keraton”,Pangeran Samber Nyawa duduk diatas Bukit di sebuah Batu yang pada saat sekarang di sebut “BatuKong”,kemudian Pangeran Samber Nyawa menggambar:
- Calon daerah “Mangkunegaran” yang akan dipakai sebagai Pusat Kerajaan.
- Jalan/rute perang untuk mengusir penjajah kumpeni Belanda dari Pulau Jawa.
Untuk mengenang tempat tersebut,kemudian oleh Pangeran Samber Nyawa diberi nama bukit “Gununggambar” yang berarti tempat untuk menggambarkan sesuatu.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
-
Etik
Semoga corona cepat usai...baca selengkapnya
16 Januari 2021 16:07:45 WIB -
Ayah Dwi
Selamat Hari Batik Nasional, semoga batik selalu m...baca selengkapnya
02 Oktober 2020 16:09:06 WIB -
etonaqap
http://mewkid.net/when-is-xuxlya/ - Amoxicillin Am...baca selengkapnya
26 Agustus 2020 22:12:40 WIB -
Ani,
Mantap....... Semoga bermanfaat buat masyarakat...baca selengkapnya
16 Maret 2020 14:11:58 WIB -
AYAH DWI
BAROKALLAH, AAMIIN....baca selengkapnya
15 Maret 2020 19:06:42 WIB -
Dwi S.
Semoga bermanfaat dan membawa barokah untuk kita s...baca selengkapnya
14 Maret 2020 20:14:25 WIB -
Widodo
Sensus Penduduk 2020 Yeeeessss...baca selengkapnya
19 Februari 2020 19:35:01 WIB -
Bendol
Nganyari balai dusune sing anyar, mantaaapp...baca selengkapnya
01 Februari 2020 12:30:27 WIB -
Widodo
Kami sebagai warga Dusun Jambu Mengucapkan banyak ...baca selengkapnya
24 Januari 2020 15:07:12 WIB -
Pandu
Semoga dengan adanya Program pamsimas ini bisa men...baca selengkapnya
24 Januari 2020 15:05:19 WIB
SAMBANG BUDAYA
Lancaran Dumadineng Gunungkidul
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |










